44. Siapakah yang disebut wali itu ?
Wali yaitu : Orang yang beriman kepada Allah lagi bertaqwa.
Sebagaimana firman Allah عزّوجلّ :
أَلاَ إِنَّ أَوْلِيَاءَ اللهِ لاَ خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلاَ هُمْ يَحْزَنُوْنَ
Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu tidak ada kehawatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka bersedih hati. (Yunus : 62).
Dan Sabda Rasulullah صلي الله عليه وسلم :
إِنَّمَا وَلِيُ اللهِ وَصَالِحُ الْمُؤْمِنِيْنَ
Sesungguhnya wali Allah itu adalah oramg-orang yang sholeh dari orang-orang mukmin. (Muttafaq ‘Alaih).
45. Dengan apa orang mukmin itu berhukum ?
Seorang mukmin wajib berhukum dengan Alqur’an dan sunnah nabi صلي الله عليه وسلم .
Sebagaimana firman Allah عزّوجلّ :
وَأَنِ احْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَاأَنْزَلَ اللهُ
Dan hendaklah kamu memutuskan perkara diantara mereka menurut apa yang diturunkan Allah. (Al maa-idah : 49).
Dan Sabda Rasulullah صلي الله عليه وسلم :
اللهُ هُوَ الْحَكَمُ وَإِلَيْهِ الْمَصِيْرُ
Allah adalah hakim dan kepadanya tempat kita kembali. (HR. Ahmad).
46. Untuk apa Al-Qur’an diturunkan Allah عزّوجلّ ?
Al-Qur’an diturunkan Allah untuk beramal dengannya.
Sebagaimana firman Allah عزّوجلّ :
اِتَّبِعُوْا مَا أُنْزِلَ إِلَيْكُمْ مِنْ رَبِّكُمْ
Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari tuhanmu. (Al A’raf : 3)
Dan Sabda Rasulullah صلي الله عليه وسلم :
اِقْرَأُوْا الْقُرْآنَ وَ اعْمَلُوْا بِهِ وَلاَ تَأْكُلْ بِهِ وَلاَ تَسْتَكْثِرُوْا بِهِ
Bacalah Alqur’an, beramallah dengannya dan jangan (mencari) makan dan kekayaan dengannya. (HR. Ahmad).
47. Apakah kita cukup beramal dengan Alqur’an saja, tanpa hadits nabi صلي الله عليه وسلم ?
Tidak, kita tidak cukup beramal dengan Alqur’an saja, tanpa hadits nabi صلي الله عليه وسلم .
Sebagaimana firman Allah عزّوجلّ :
وَأَنْزَلْنَا إِلَيْكَ الذِّكْرَ لِتُبِيِّنَ لِلنَّاسِ مَا نُزِّلَ إِلَيْهِمْ
Dan Kami turunkan kepada kamu Alqu’an agar kamu menerangkan kepada umat manusia apa yang diturunkan kepada mereka. (An-Nahl :44 )
Dan Sabda Rasulullah صلي الله عليه وسلم :
أَلاَ وَإِنِّيْ أُوْتِيْتُ الْقُرْآنَ وَمِثْلَهُ مَعَهُ
Ketahuilah, sesungguhnya aku diberi Alqur’an dan yang serupa dengannya(hadits) bersamaan dengan Al-Qur’an itu. (HR. Abu Daud).
48. Bolehkah kita mendahulukan perkataan seseorang atas firman Allah عزّوجلّ dan Sabda Rulullah صلي الله عليه وسلم ?
Tidak, kita tidak boleh mendahulukan perkataan seseorang atas firman Allah عزّوجلّ dan Sabda Rasulullah صلي الله عليه وسلم
Sebagaimana firman Allah عزّوجلّ :
يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا لاَ تُقَدِّمُ بَيْنَ يَدَيِ اللهِ وَرَسُوْلِهِ وَاتَّقُوْا اللهَ إِنَّ اللهَ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mendahului Allah dan Rasulnya dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah maha mendengar lagi maha mengetuhui. (Al-Hujurat: 1)
Dan Sabda Rasulullah صلي الله عليه وسلم :
لاَطَاعَةَ ِلأَ حَدٍ فِيْ مَعْصِيَةِ اللهِ إِنَّمَا الطَّاعَةُ فِيْ الْمَعرُوْفِ
Tidak ada keta’atan kepada siapapun untuk bermaksiat kepada Allah, hanya saja keta’atan itu dalam hal yang ma’ruf. (Muttafaqun ‘alaihi).
49. Apakah yang harus kita lakukan jika kita berbeda pendapat ?
Jika kita berbeda pendapat kita kembali kepada Alqur’an dan As sunnah yang shahih.
Sebagaimana firman Allah عزّوجلّ :
فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِيْ شَيءءٍ فَرُدُّوْهُ إِلَى اللهِ وَالرَّسُوْلِ
Jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu maka kembalilah pada Allah (Alqur’an) dan Rasul Nya (sunnahnya). (An nisa’ : 59).
Dan Sabda Rasulullah صلي الله عليه وسلم :
تَرَكْتُ فِيْكُمْ أَمْرَيْنِ لَنْ تَضِلُّوْا مَا تَمَسَّكْتُمْ بِهِمَا : كِتَابُ اللهِ وَسُنَّةُ رَسُوْلِهِ
Saya tinggalkan kepada kalian dua perkara, kalian tidak akan sesat selagi kalian berpegang teguh pada keduanya yaitu : Kitabullah dan Sunnah Rasulnya. HR. Malik. (shahih lighairihi) .
50. Adakah dalam agama ini bid’ah hasanah ?
Tidak, dalam agama islam tidak ada yang disebut dengan bid’ah hasanah.
Sebagaimana firman Allah عزّوجلّ :
اَلْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِيْنَكُمْ وَأَتْمِمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِيْ وَرَضِيْتُ لَكُمْ اْلإِسْلاَمَ دِيْنًا
Pada hari ini telah Ku-sempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan untukmu nikmat-Ku dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu . ( Al-Maa-idah: 3).
Dan Sabda Rasulullah صلي الله عليه وسلم :
إَيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ اْلأُمًوْرِ فَإِنَّ كُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ
Jauhilah oleh kamu perkara yang baru (dalam urusan agama) karena sesungguhnya setiap perkara yang baru itu adalah bid’ah dan setiap kebid’ahan itu adalah sesat. (HR. Abu Daud).
51. Apakah yang dimaksud dengan bid’ah didalam agama itu ?
Setiap urusan(ibadah) yang tidak ada dalilnya dari Al Qur’an ataupun sunnah.
Sebagaimana firman Allah عزّوجلّ :
أَمْ لَهُمْ شُرَكَاءُ شَرَعُوْا لَهُمْ مِنَ الدِّيْنِ مَا لَمْ يَأْذَنْ بِهِ اللهُ
Apakah mereka mempunyai sembahan-sembahan selain Allah yang mensyari’atkan untuk mereka agama yang tidak diizinkan Allah?( Asy-Syuura: 21).
Dan Sabda Rasulullah صلي الله عليه وسلم :
مَنْ أَحْدَثَ فِيْ أَمْرِنَا هَذَا مَالَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ
Barang siapa yang mengada-ada sesuatu dalam urusan(agama) kami ini, yang bukan dari ajarannya maka urusan itu ditolak. (Muttafaqun ‘alaihi).
52. Adakah didalam Islam sunnah hasanah ?
Ya, seperti seseorang yang melakukan perbuatan baik (yang tidak bertentangan dengan agama islam. Pent) dihadapan orang banyak untuk dicontoh .
Sebagaimana firman Allah عزّوجلّ :
وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ إِمَامًا
Dan jadikanlah kami imam bagi orang yang bertaqwa. (Al-Furqaan : 74).
Dan Sabda Rasulullah صلي الله عليه وسلم :
مَنْ سَنَّ فِيْ اْلإِسْلاَمِ سُنَّةً حَسَنَةً فَلَهُ أَجْرُهَا وَأَجْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا مِنْ بَعْدِهِ
Barang siapa yang mencontohkan suatu tradisi (sunnah) hasanah didalam islam maka dia akan memperoleh pahalanya dan pahala orang yang mengamalkannya setelah dia. ( HR Muslim).
53. Apakah cukup bagi seseorang, memperbaiki dirinya saja ?
Tidak, seorang muslim mesti dia memperbaiki dirinya dan juga orang lain (semampunya).
Sebagaimana firman Allah عزّوجلّ :
وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُوْنَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ
Dan hendaklah ada diantara kamu sogolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar. (Ali Imran : 104)
Dan Sabda Rasulullah صلي الله عليه وسلم :
مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَاِنِه فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ وَذَلِكَ أَضْعَفُ اْلإِيْمَانِ
Barang siapa yang melihat kemungkaran maka hedaklah ia merobahnya dengan tangannya, jika ia tidak sanggup maka robahlah dengan lidahnya dan jika ia tidak sanggup maka dangan hatinya yang demikian itu adalah selemah-lemahnya iman . HR. Muslim.
54. Kapan orang muslim akan memperoleh kemenangan ?
Orang muslim akan memperoleh kemenangan jika mereka kembali kepada Alqur’an dan sunnah nabi mereka dan mengamalkannya.
Sebagaimana firman Allah عزّوجلّ :
يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا إِنْ تَنْصُرُوْا اللهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ
Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong(agama) Allah, niscaya dia akan menolongmu dan mengukuhkan kedudukanmu. (Muhammad : 7)
Dan Sabda Rasulullah صلي الله عليه وسلم :
لاَتَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِيْ مَنْصُوْرِيْنَ
Akan selalu ada segolongan dari umatku yang mendapat pertolongan. (HR. Ibnu Majah).
54 Soal Jawab Aqidah
Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu
Sumber: Al-Sofwah.or.id
Tidak ada komentar:
Posting Komentar